Awalnya hanya sebuah rasa yang tak pernah larut dalam pikiran. Seketika semua berubah. Rindu terdahulu telah mangkat dan kini sudah tandus. Aroma rasa hati sudah kadaluwarsa. Tak layak dibiarkan. Bahkan kepercayaan sudah pecah saat pola kejujuran yang kurancang setengah mati, tak sengaja kautumpahkan 'kopi' di atasnya. Beritahu aku, tentang apa ini. Supaya tidak lagi terjebak dalam hal yang entah disebut apa.
Manusia itu kembali lagi. Menjadi sesosok manusia yang lebih menyebalkan! Tidak tau harus apa. Senang, sedih atau tidak sama sekali. Untuk apa dia kembali? Kalau ujung-ujungnya dia hanya meminjamkan sepasang sayap yang belum pernah benar-benar jadi milikku. Lalu, ketika dia butuh sayap itu, diambillah semuanya. Sepasang sayap putih, yang ketika kumemakainya aku benar-benar merasa seperti bidadari. Tapi, kemudian jatuh, karena sayap itu memang tidak bisa membawaku menuju ke atas tebing itu. Ha-ti-mu. Sayap yang memang hanya Tuhan yang tau siapa pemilik sebenarnya. Kau sendiri pun tak tahu.
Komentar