Manusia itu kembali lagi. Menjadi sesosok manusia yang lebih menyebalkan! Tidak tau harus apa. Senang, sedih atau tidak sama sekali. Untuk apa dia kembali? Kalau ujung-ujungnya dia hanya meminjamkan sepasang sayap yang belum pernah benar-benar jadi milikku. Lalu, ketika dia butuh sayap itu, diambillah semuanya. Sepasang sayap putih, yang ketika kumemakainya aku benar-benar merasa seperti bidadari. Tapi, kemudian jatuh, karena sayap itu memang tidak bisa membawaku menuju ke atas tebing itu. Ha-ti-mu. Sayap yang memang hanya Tuhan yang tau siapa pemilik sebenarnya. Kau sendiri pun tak tahu.
ACT 1 1. INT – KERETA – SORE Ranu merenung di dalam kereta menikmati pemandangan luar dengan pandangan kosong. Beberapa detik kemudian, handphone-nya berbunyi dan pesan teks muncul. ARYA (Pesan Teks) Udah sampe? Ranu tidak menghiraukannya. Ia menghela napas pendek. 2. EXT – STASIUN – SORE Ranu keluar dari gerbang stasiun membawa sebuah koper. Pandangannya terlempar ke sana ke mari mencari angkutan yang bisa membawanya menuju tujuan. BAPAK TUA Mau diantar, Mbak? (sambil tersenyum) Ranu menoleh ke arah Bapak Tua yang turun dari becak. RANU Bisa tolong antar saya ke alamat ini, Pak? (menyodorkan sebuah alamat) BAPAK TUA Oh, bisa, Mbak. Mari saya antar. Ranu tersenyum dan lekas naik becak. 3. EXT – JALAN – SORE Di atas becak ranu menggenggam handphone. Ia gelisah akan sesuatu. Berkali-kali ia menulis kata Lelah dalam ruang chat Arya. Setelahnya dihapus ke...
Komentar