Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Begini yang Aku Pahami

Sedikitnya dalam hidup ada dua hal: sepasang atau berpasang-pasang. Dan sudah banyak yang kautemui. Akan kucermati satu persatu. Begini: Ini bukan saja perkara "merah" luka yang berdarah parah. Mungkin hanya tentang senja yang datang terlambat memberi "jingga" pada mega. Tapi, tetap saja senyum "kuning"mu tersungging ketika melihatku, dan kuanggap itu sebagai pulau "hijau"ku—keteduhanku. Lalu, begini sajakah yang kausebut rindu di bibir pantai "biru"? Padahal di sini tersedia kopi dan gula—"hitam" dan "putih"— sebagai pemecah sendu dan penawar rindu. Bisa jadi, ini hanya sorot matamu yang sempat kucermati—sedang matamu adalah mata hatiku. Lalu, sudah berapa banyak warna yang kautemui—kaumengerti? Hitunglah, dan pahami.

Ribuan Hari yang Lalu

Tenga h malam ini, saya terbangun. Mencerna pembicaraan Anda tentang kita yang tak pernah saya pikirkan sebelumnya. Membelalakkan mata pada ponsel yang selalu menjadi pusat pandangan saya kala terbangun adalah kebiasaan rutin. Menumpahkan setiap bahasa, dan menulis tentang kisah yang belum pernah saya rasakan juga menjadi harapan kecil yang tersimpan rapih dalam catatan harian saya. Anda bilang, saya dan Anda akan menjadi kita. Tapi, saya tak menemui titik temu itu juga. Malah, saya masih menemui seseorang yang telah pergi mendahului Anda di sudut tatapan kita ― dia masih terapit di mata Anda.  Jujur, saya membenci hal ini. Sepertinya, kita terjebak di dalam persimpangan. Kita masih terhanyut dalam perasaan dulu, yang sudah basi. Anda masih terlalu serius dan mengunci ruang itu ―di dalamnya, ada seorang perempuan mungil berambut panjang. Sementara, saya masih tercekat pada sosok yang selalu menyikat habis pikiran saya. Kita selalu berpapas paras, tapi tidak benar-benar war...

Semoga

Ada yang ingin saya bicarakan, sebentar saja, Tuan. Tuan, ada yang harus Anda ketahui—kauingat baik-baik ya—pekan depan adalah hal penting untuk saya—yang sebenarnya adalah untuk kita. Genap satu tahun bersama-sama, Anda benar-benar menjadi Tuan di dalam hati saya, setelah lamanya ruangan ini kosong dan berdebu, tidak ada Tuan-tuan lain sebelumnya, hanya Anda, Tuan. Mengertikah, Tuan adalah ganjil yang menggenapkan, sehingga kita adalah sepasang, dan saya tidak usah mencari pasangan lain lagi, karena "bila ganjil menggenapkan, maka dua akan melenyapkan" ( Dee ). Begitulah kiranya. Oh tunggu, sebenarnya saya juga tidak pernah mengira-ngira sebelumnya bila Tuan akan hadir selama ini, jadi, biarkan saya tetap memperkirakan bahwa Tuan adalah penjaga atas diri saya.  Semoga.